SOLUSI E-COMMERCE DITENGAH PANDEMI SAAT INI


Penyebaran wabah Covid-19 yang terus meluas dan imbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di tempat umum membawa dampak signifikan bagi para pebisnis. Berbagai bidang bisnis yang selama ini mengandalkan transaksi offline seperti toko maupun kafe harus beradaptasi dan mengubah pendekatannya agar dapat menjaring transaksi online yang lebih banyak.

Solusi e-commerce menjadi penting. Perusahaan-perusahaan membantu para pebisnis untuk hadir dan berjualan secara online, baik dengan mendirikan website sendiri ataupun bergabung dengan marketplace.

Memahami dampak langsung Covid-19 terhadap semua lini bisnis.,berikut beberapa hasil diskusi kami bertiga dan pentingnya bagi para UKM online agar dapat menghadapi wabah Covid-19 dengan upaya optimal.


1.  Menjaga Kesehatan Karyawan dan Lingkungan Kerja
Seiring dengan pemberlakuan Work from Home (WFH) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), menurut kami setiap pelaku bisnis perlu berpartisipasi untuk memastikan kesehatan karyawan dan keamanan lingkungan kerja.Perusahaan harus ikut memprioritaskan kesehatan dan kebersihan di operasional, dengan memberikan fasilitas di rumah produksi, menyediakan makanan bergizi bagi para karyawan, dan memberikan hand sanitizer serta masker kain yang secara rutin disterilkan.

2. Memperbaharui Stok Secara Bertahap
Di tengah pandemi Covid-19, permintaan terhadap produk bahan pokok dan peralatan rumah tangga meningkat secara drastis. Berdasarkan data yang kami dapat dari Sirclo, peningkatan pembelian online terhadap produk makanan dan minuman (F&B) melonjak hingga 143 persen, dari Februari hingga Maret 2020, dan bahkan  bisa mencapai 261 persen di bulan April 2020.
Jika salah satu UKM online sebagai penyedia produk F&B dan peralatan rumah tangga organik, harus juga melakukan pelarangan panic buying dan mengeluarkan stok produk secara berkala. Hal ini penting agar semua pelanggan bisa mendapatkan produk yang mereka butuhkan dan menghindari kelangkaan produk tertentu.

3. Menumbuhkan Koordinasi dan Saling Percaya Antarkaryawan
Salah satu isu yang dihadapi oleh semua UKM online adalah cara menjaga alur komunikasi kerja di tengah penerapan WFH. Bekerja dari rumah masing-masing berpotensi menimbulkan kesalahpahaman karena koordinasi yang lebih longgar, dibandingkan ketika bekerja di kantor.
Untuk menyiasati hal tersebut, kami bertiga menekankan untuk para UKM online pentingnya menjaga solidaritas, menjaga komunikasi yang intens pada saat kerja, dan memiliki keinginan berjuang bersama ketika terjadi permasalahan. Kunci terbesar adalah menumbuhkan kepercayaan antar karyawan.

4. Menjaga Komunikasi Terbuka dengan Pelanggan
Wabah Covid-19 menyebabkan banyaknya ketidakpastian. Untuk itu, sangatlah penting bagi UKM online untuk melakukan komunikasi yang terbuka dan clear dengan para pelanggan, sehingga mereka dapat memahami kendala-kendala seperti perubahan jadwal kirim, jadwal operasional, update stok barang, dan sebagainya.
Saluran komunikasi penting untuk dijaga agar pelanggan tetap bisa loyal terhadap brand dan membuat keputusan pembelian dengan lebih baik. Tips ini merupakan dari hasil diskusi kami , prinsip utama yang diterapkan untuk UKM online Indonesia  untuk menghindari kesalahpahaman dengan pelanggan.

5. Mempertahankan Mindset Positif
Wabah Covid-19 memberikan pukulan di hampir semua sektor bisnis. Sayangnya, hingga saat ini, belum ada yang bisa memprediksi kapan wabah ini akan benar-benar berakhir dan kegiatan dapat kembali normal.
Dan utuk UKM di seluruh indonesia diharapkan agar memusatkan semua strategi promosi di platform online. Dan menambah beberapa kanal distribusi online untuk memudahkan para pelanggan melakukan pembelian produk kita.
“Di tengah situasi yang tidak pasti seperti ini, tantangan terbesarnya adalah di mindset. Bagi para pebisnis yang terdampak, haruslah memiliki pikiran yang jernih dan tenang, agar bisa membuat keputusan-keputusan yang terbaik untuk semua pihak, walaupun mungkin tidak selalu ideal,”ANGGIT MARCELLINO,20,APRIL,2020

6. Pentingnya Komunikasi dan Mindset
Dari tips-tips di atas, kami menekankan pentingnya komunikasi dan mindset untuk bisa menghadapi wabah Covid-19 dengan baik. Komunikasi ini tidak hanya ditujukan kepada pelanggan atau konsumen, tapi juga untuk internal perusahaan dan para karyawan.
Setiap pelaku bisnis ditekankan untuk harus bersikap jujur dan transparan, agar semua pihak bisa mendapatkan informasi yang utuh, tanpa ditutup-tutupi.
Dan kami menambahkan, ada beberapa cara sederhana untuk menerapkan prinsip ekonomi yang baik, misalnya dengan membuat template standar ketika melayani pelanggan atau dengan memasukkan unsur personal ketika menyebarkan pesan tertentu kepada para pelanggan. Seiring dengan perubahan yang terjadi selama pandemi, banyak pelanggan yang mungkin bertanya-tanya tentang prosedur pembelian, stok barang, atau jadwal kerja pelaku E-Commerce.
Menteri Koperasi UMKM, Teten Masduki mengatakan, berdasarkan survei, pola konsumsi masyarakat di tengah Corona berangsur berubah. Masyarakat beralih dari offline menjadi online. Menurutnya, 'Stay at Home Economy' akan menjadi tren ekonomi di masa yang akan datang.
"Masyarakat mengalami perubahan pola konsumsi yang awalnya offline sekarang menjadi online. Bahkan diprediksi bahwa Stay At Home Economy akan menjadi tren di masa yang akan datang," katanya di BNPB,Jakarta, Selasa (28/4).
Fenomena itu sekaligus menjadi indikasi bahwa pelaku UMKM memiliki kesempatan dalam meningkatkan usahanya melalui sistem perdagangan elektronik. Sehingga pandemi Corona bisa menjadi momentum bagi mereka untuk membuktikan bahwa produk-produk dalam negeri dan kebutuhan nasional dapat dipenuhi.
Berdasarkan hasil riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia yang dikantongi Teten, UMKM yang berpotensi pada masa sekarang ini adalah sektor pangan yang memproduksi produk herbal, natural, buah-buahan, sayur-sayuran yang baik bagi kesehatan dan daya tahan tubuh.

Sebelumnya, platform-platform dapat menghasilkan pendapatan yang signifikan di Indonesia tanpa dikenakan pajak. Namun, hal ini akan berubah dengan adanya regulasi baru apabila platform tersebut memiliki produk, penjualan, atau pengguna aktif di Indonesia yang memenuhi kriteria untuk dikenakan pajak.

Peraturan pelaksanaan akan diterbitkan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai teknis pengenaan pajak – termasuk pajak penghasilan – terhadap perusahaan e-commerce asing yang memiliki keberadaan ekonomi yang signifikan di Indonesia.



“ Apabila regulasi baru dapat diterapkan dengan efektif, hal ini akan berdampak baik bagi perusahaan e-commerce dalam negeri karena dapat menciptakan level playing field “

Belum ada Komentar untuk "SOLUSI E-COMMERCE DITENGAH PANDEMI SAAT INI"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel